Minggu, 01 Februari 2009

Kau Katakan Kita Saudara

Kau Katakan Kita Saudara

Kau katakan kita saudara

Kau katakan kita satu tubuh

Kalau kau luka, akupun luka

Kalau aku luka, seharusnya kaupun luka

Kini

Aku Tercabik-cabik

Diamputasi tanpa anastesi

Kau katakan kita saudara

Kau lihatkah

Anakku lari dengan dada menganga

Tujuh belas peluru bersarang di tubuhnya

Kau katakan kita saudara

Bahkan pintumupun tak kau buka

Sepertinya semua ini sandiwara belaka

Kau tentram menikmatinya di layar kaca

Kau katakan kita saudara

Namun …

Di manakah satu tubuh itu kini berada?

Bogor, 24 Januari 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar